MA’HAD TAHFIDZ QUR’AN IBNU KATSIR JEMBER
Keinginan yang menuntunku untuk bejalan jauh meninggalkan
kampung halaman, jauh dari Sumatera menuju tanah Jawa ini, tujuan hanya ingin
melengkapkan ilmu yang belum sempurna agar nantinya tidak tersesat saat mengamalkannya.
Saat keinginan itu memaksa ingin segera bertindak maka proses pun menjadikan ku
untuk bersabar agar keinginan itu tercapai, perjalanan yang jauh ini mengajakku
untuk bersabar dan bersabar karena uanglah sebagai pelengkap dibalik keinginan
itu, tanpanya mungkin akan hilang harapan yang diinginkan.
Disaat yang mendesak ini ALLAH pun hadir dalam kehidupanku
sebagai penentu segalanya akan terjadi, dengan kehadiran-Nya semua terpenuhi
hingga aku tiba di tanah Jawa ini tepatnya di Jawa Timur (Jember) dengan
selamat dan sehat penuh keberkahan, padahal kalau diperkirakan tidaklah mampu
daya ini untuk mewujudkannya, karena selain ekonomi yang serba kekurangan, juga
keluarga yang ingin menuntunku untuk bekerja sebagai pembantu untuk meringankan
beban orang tua membiayai sekolah adek-adek yang masih dalam bangku sekolah,
tetapi dengan niat yang tulus dan tekad yang kuat maka semua mudah dijalani
tanpa ada halangan, itulah sebab kehadiran ALLAH Swt dalam kehidupan setiap
manusia, karena ALLAH tau yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya yang mau berusaha.
Sesampainya di tanah Jawa timur ini merupakan hal yang
terbesar dalam sejarah hidupku karena aku menemukan sebuah lembaga pendidikan
yang dimana tidak sama dengan lembaga pendidikan-pendidikan yang lain, karena selain
dari menghafal Al-Qur’an juga dituntut untuk mempelajari ilmu-ilmu yang lainnya
dengan tanpa biaya (gratis), kalau diperkirakan biaya pendidikan seorang santri
bisa memakan biaya senilai Rp.1.000.000,-00 per bulan, termasuk didalamnya
biaya perlengkapan-perlengkapan hidup seperti makan, tempat tidur dan
lain-lainnya, serta biaya pendidikan sampai Serjana disalah satu Institut Agama
Islam Negeri (S1).
Ma’had Tahfidz Qur’an Ibnu Katsir Jember, salah satu nama
dari lembaga pendidikan yang berbasis pesantren juga pendidikan yang
berbasis umum disalah satu Institut
Agama Islam Negeri .
Waktu terus berputar hingga 6 bulan telah kujalani hidup
dilingkungan pondok yang akrab dengan Al-Qur’an, hari-hari pun kujalani sebagai
mahasantri sekaligus mahasiswa. Kurasa hidup ini terasa terpenuhi dengan ilmu
dan ilmu yang anti kebodohan, hidup sebagai putra bangsa yang merdeka sekaligus
sebagai pejuang yang meneruskan perjuangan para Nabi dan Rosul yang diutus
sebagai penegak Islam yang semputna (kaffah), inilah tujuanku untuk
melanjutkan studi pendidikan, agar ilmu yang kudapatkan sebelumnya tidak
terlupakan atau tidak terdeteksi oleh otak maka dari itu aku berfikir untuk
melanjutkannya dibidang yang sama agar tidak sia-sia ilmu yang setengah mateng
dalam hati dan pikiran.
Setelah wisuda dari salah satu Ma’had yang bertempat di Riau-Duri,
Ma’had Tahfidz Darul Qur’an Belading, Duri-Riau, nama ma’hadnya, inilah ma’had
yang mampu membuat aku paham akan pentingnya
Al-Qur’an dalam kehidupan setiap insan, karena Al-Qur’an merupakan
pedoman/petunjuk bagi seluruh manusia yang mau menerimanya sebagai
pedoman/petunjuk.
Silahkan yang ingin mengenal IBNU KATSIR lebih dalam
silahkan mengunjungi link ini http://ibnukatsir.or.id/
Komentar
Posting Komentar