Solusi Islam Mengatasi Kemiskinan

Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah menciptakan manusia sekaligus menyediakan sarana-sarana untuk memenuhi kebutuhannya. bahkan tidak hanya manusia, seluruh makhluk yang telah, sedang, dan akan diciptakan pasti Allah menyediakan rejeki baginya. tidaklah mungkin, Allah menciptkan berbagai makhluk, lalu membiarkan begitu saja tanpa menyediakan rejeki bagi mereka. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Qur'an Surah Ar-Rum:40, "Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberikan rejeki" (Qur'an Surah Ar-Rum:40)

Di ayat lain Allah berfirman dalam Qur'an Surah Hud:6, "tidak ada satu binatang melatapun di bumi, melainkan Allah yang memberikan rejeki" (Qur'an Surah Hud:6)


jika demikian, mengapa masih terjadi kemiskinan ? seolah-olah kekayaan alam yang ada tidak mencukupi kebutuhan manusia yang populasinya terus bertambah. secara logika, jumlah kekayaan alam yang disediakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk manusia pasti tercukupi. hanya saja apabila kekayaan alam ini tidak dikelola dengan benar, tentu saja akan terjadi ketimpangan dalam distribusinya. jadi, faktor utama penyebab kemiskinan adalah buruknya distribusi kekayaan alam

apapun penyebab kemiskinan, Islam sebagai sistem hidup yang shahih memiliki cara yang khas dalam menyelesaikan masalah kemiskinan. syariat Islam memiliki banyak hukum yang berkaitan dengan pemecahan masalah kemiskinan; baik kemiskinan alamiah, kemiskinan kultural, dan kemiskinan struktural. hanya saja, hukum-hukum tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan memiliki hubungan strategis dengan hukum-hukum lainnya. jadi, dalam menyelesaikan setiap masalah termasuk kemiskinan. Islam menggunakan pendekatan yang bersifat terpadu.

pilihan langkah pertama adalah bekerja. setiap orang yang hidup dalam masyarakat Islam, diharuskan bekerja mengais rejeki yang ditebarkan Allah dipermukaan bumi ini. Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah berfirman "Allah-lah yang menjadikan bumi itu rumah bagimu, maka berjalanlah di segala penjuru dan makanlah sebagian rejeki-Nya" (Qur'an Surah Al-Mulk:15). bagi mereka yang tidak mampu bekerja dan lemah, Islam memberikan solusi dengan menjadikan anggota keluarga saling menjamin dan mencukupi. sebagian meringankan penderitaan orang lain. yang mampu membantu dan mencukupi yang tidak mampu, yang kaya membantu yang miskin, dan yang kuat membantu yang lemah. Allah berfirman "dan anggota keluarga, sebagian lebih berhak terhadap anggota keluarga yang lain menurut kitab Allah" (Qur'an Surah Al Anfal:75)

pilihan langkah kedua adalah mengoptimalkan distribusi kekayaan melalui zakat, infaq, dan shodaqoh. bagi mereka yang mampu dan memiliki kelebihan rejeki diwajibkan menyisihkan sebagian hartanya untuk dibagikan dan di distribusikan kepada mereka yang miskin dan lemah. Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah menegaskan "siapa saja yang mau meminjamkan kepada Allah dengan satu pinjaman yang baik, ia akan mengadakan [pembayaran] itu dengan berlipat ganda. sebab, Allah-lah yang menyempitkan dan meluaskan rizki, dan kepadanya kalian dikembalikan" (Qur'an Surah Al Baqarah:245). hal ini masih dilengkapi dengan solusi pemanfaatan baitul mal [di Indonesia, dikenal dengan rumah zakat] sebagai lembaga yang membantu mereka yang miskin.

demikian, solusi dari Islam mengatasi masalah kemiskinan. mereka yang mampu diwajibkan untuk bekerja. apabila tidak mampu, maka kerabat dekat yang memiliki kelebihan harta wajib membantu. apabila kerabat dekat tidak mampu atau tidak mempunyai kerabat dekat, maka kewajiban beralih ke baitul mal dari kas, zakat, infaq, dan shodakoh. apabila tidak ada juga, maka kewajiban beralih ke seluruh kaum Muslim.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

pengaruh perbedaan qira’at terhadap penetapan hukum

ALQUR’AN