Filsafat Ilmu
1.EVOLUSI ILMU PENGETAHUAN DARI ZAMAN KE ZAMAN
PERANAN AGAMA ISLAM DAN SAINS DALAM PERCEPATAN PERADABAN ILMU PENGETAHUAN
Kelompok Pemakalah
1. Ahmad Haqiki (082142062)
2. Agus Jailani (082142082)
3. Amiruddin Naibaho (082142084)
4. Juma Utsman (082142091)
5. Andi Widiyanto (082142086)
6. Vina Nuril Wahdah (082142065)
7. Lilis Suryani (082142067)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Data sejarah tetap meiliki nilai kebenaran yang obyektif bahwa dunia islam penuh dengan dinamisasi yang pantas dikagumi dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Bidang ilmu pengetahuan meliputi geografi, biologi, sejarah, filsafat, dan ilmu kimia. Di samping itu masih dilengkapi dengan pembangunan di bidang pertanian, industri, penelitian di bidang farmakologi, dan pendalaman ilmu kedokteran,serta penelitian angkasa luar. Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan peradaban islam sama sekali tidak di barengi dengan munculnya berbagai krisis, baik krisis moral, sosial, ekonomi, politik, maupun budaya. Kemampuan islam menngatasi dan mencegah munulnya krisis ataupun kemelut yang biasa menyertai kemajuan dan modernisasi, terletak pada entitas dan integralitas jaran islam terutama nilai nilai akhlakul karimah.
Di samping itu, tuntunan islam lebih menitik beratkan pada pembentukan seutuhnya, baik dunia maupun akhirat, juga material maupun spiritual.
Demikian pula halnya pembbangunan nasional, bertujuan untuk mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata, material dan spiritual berdasarkan pancasila di dalam wadah kesatuan Republik Indonesia yang merdeka berdaulat, bersatu, dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tentram, tertib, dan dinamis, serta dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka bersahabat, tertib, dan damai.
Tujuan pembangunan nasional memiliki orientasi integral bagi kemaslahatan hidup manusia secara universal; teristimewa bagi bangsa Indonesia. Tujuan pembangunan nasional bukanlah konsepsi autopia yang mustahil dicapai, akan tetapi sesuatu yang realistis dan aplikatif.
1.2. Rumusan Masalah
I. Apa Pengaruh Agama terhadap Sains
II. Kenapa Sains diperlukan diera Modern Islam saat ini
III. Apakah tekhnologi saat ini menyalahi aturan Islam Modern saat ini.
1.3. Tujuan Pembahasan
I. Mengetahui manfaat dan mudhoratnya sains
II. Mengetahui pentingnya Sains dalam Islam
III. Sains sangat dibutuhkan Islam Modern saat ini.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pembaharuan dan peradaban teknologi
Pada prinsipnya "modernisasi teknologi" dan akselerasi kemajuannya menjadi topic perlombaan, bahkan setiap individu maupun setiap bangsa beradu cepat dalam mengangkat modernisasi teknologi menjadi sebuah kultur global. Idealisasi ini memang representatif dan sehat, sebab kemajuan teknologi pasti mampu membantu umat manusia untuk tidak mempersulit kepentingan-kepentingannya baik berupa sarana komunikasi alat-alat kerja bahkan hampir segala aspek kehidupan manusia dapat ditangani secara mekanik. Kebanyakan di Negara yang sedang membangun kedua aspek modernisasi ini merambat secara berdampingan dan harmonis. Akan tetapi dalam ritme perjalanan waktu keharmonisan tadi mulai membias dan bergeser karana adanya kemelut nilai-nalai multi komplikasi baik politik, ekonomi, sosial budaya dan moral.
Dalam satu sisi dapat terjadi pembaruan mentalitas yang lagi begitu cepat dan sungguh dominan, namun kadang-kadang terjadi justru modernisasi teknologi yang laju cepat sehingga memperbudak mental suatu bangsa. Dalam analisis dan pemikiran normal Nampak ketidak relefanan, akan tetapi yang terjadi justru manusia menjadikan peradaban teknologi sebagai satu-satunya tujuan hidup. Padahal sesungguhnya kemajuan teknologi sepantasnya hanya dijadikan sekedar alat untuk menanggapi desakan-desakan alam yang telah menjadi ajang hidup sehari-hari. Desakan-desakan alam memiliki dampak tersendiri dalam teori derap kehidupan umat manusia secara global.
Lain hanya apabila peradaban teknologi dijadikan tujuan dan cita-cita, maka pada gilirannya peradaban teknologi akhirnya berubah menjadi kekuasaan yang membelenggu manusia sendiri. Memang terdapat kebenaran dalam kalimat sederhana Nicolas Berdyev dalam "The Destiny of Man", halaman 225-226: Technical progress testifies not only to man's strength and power over nature: it only liberalisman but also weakens and enslaves him: it mechanizes human life and give man the image and semblance of mechanizes" (Kemajuan teknik tidak saja membuktikan kekuatan serta daya manusia untuk menguasai alam, kemudian teknik itu tidak saja membebaskan manusia akan tetapi juga memperlemah serta memperbudaknya, kemajuan itu memekanisasikan manusia dan menimbulkan gambaran serta persamaan manusia sebagai mesin).
Penghayatan, pemahaman, dan penilaian tentang waktu sekalipun, jelas merupakan akibat langsung atau paling tidak merupakan sebagian akibat samping yang ditimbulkan oleh peradaban teknologi modern dan irama akselerasinya. Bahkan akibat tersebut justru lebih parah. Peradaban teknologi modern pada saatnya akan mampu menggeser pola, tata cara, model, dan irama hidup manusia. Dewasa ini waktu dihayati hanyalah sekedar peluang untuk dilewati dalam gerak cepat menuju masa depan. Hal ini berarti manusia akan maha sulit untuk mengukuhkan eksistensinya sebagai pribadi yang khas, sebagai makhluk yang tersusun jiwa dan raga. Semua ini merupakan beberapa tanda dan bukti-bukti nyata sebagai implikasi logis karena manusia sendiri telah luluh terhadap perjalanan waktu.
2.2. Pengertian Agama
Agama adalah aturan prilaku bagi umat manusia yang ditetapkan dan disampaikan Allah SWT. Melalui manusia pilihan_Nya yang dikenal dengan sebutan rasul ( utusan) atau nabi. Agama mengajak manusia untuk mengimani realitas, keesaan, dan supermasi Allah yang Mahatinggi dan berserah diri sepenuhnya, secara ruhani, mental, dan fisikal kepada kehendak_Nya. Semua perintah dan kehendak Allah itu mewujud dalam bentuk pesan yang disampaikan dan dijelaskan para nabi untuk bimbingan dan memadu kehidupan manusia.
Dengan kata lain, agama adalah seperangkat panduan sikap dan prilaku yang mengatur kehidupan sehari hari manusia. Dalam Al-Qur'an, pesan Allah yang pertama itu ditunjukan kepada nabi Adam as.
ᅧ£↓ ᅡᅬ ̄  ̄¦ ¥ £ ̄ᅦᅧ ᅧᅦ ᅳ£■¥
Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhan-nya, lalu Dia pun Menerima tobatnya.
Titah yang diterima Adam as. Ini merupakan satu-satunya agama bagi umat manusia hingga berakhirnya dunia ini. Namun, kita melihat, begitu banyak karangan agama dan keyakinan yang dipegang dan dianut manusia, yang berbeda dari sisi keyakinan maupun peraktik ibadahnya. Jadi, jika pada awalnya satu keyakinan dan satu agama, mengapa kemudian muncul berbagai perbedan?
Prilaku dan gerak hidup manusia pada masa Nabi Adam as. Tentu saja sangat berbeda dengan kehidupan dimasa-masa berikutnya. Seiring dengan perkembangan zaman, generasi demi generasi manusia merasa perlu untuk merubah tatanan hukum dan prilaku agar sesuai dengan keadan pada masanya masing- masing. Dari zaman ke zaman manusia terbiasa melupakan dan mengubah hukum agar sesuai dengan keinginannya sendiri, karena itu, para nabi diutus dari waktu ke waktu untuk memperingatkan mereka yang melupakan hukum itu dan menekankan kembali berlakunya hukum itu bagi mereka yang telah mengubahnya. Dengan begitu dari waktu ke waktu komunikasi manusia dengan tuhan selalu terjalin melalui rasul-rasulnya sehingga tidak ada seorang pun bisa mengeluh bahwa merka diabaikan.
2.3. Pentingnya agama bagi perkembangan teknologi
Apa betul Iptek dapat membantu manusia untuk lebih menyadari kebesarannya? Untuk pertanyaan ini Allah swt. telah menyediakan jawaban didalam Al-Qur'an. Simaklah apa yang difirmankannya dalam Qur'an Surat Al-Jastiah, artinya: Sungguh dilangit dan dibumi ada tanda-tanda (kekuasaan Tuhan) bagi orang yang beriman (Q.S: 45:3).
Pada dirimu yang Dia ciptakan, dan pada binatang yang ia tebarkan, Nampak (pula) tanda-tanda (kekuasaan bagi orang yang punya keyakinan), (Q.S: 45: 4).
Pun pada malam yang silih berganti dengan siang dan rezeki yang Allah turunkan dari langit. Kemudian ia hidupkan bumi dengannya sesudah mati, dan pada perkisaran angin, Nampak tanda-tanda (kekuasaan Tuhan) bagi orang yang menggunakan akal pikiran. (Q.S: 45:5).
Pada terjemahan ayat-ayat yang dikutipkandiatas dinyatakan bahwa sesungguhnya kemana pun kita palingkan wajah kita, tanda-tanda kebesarannya-Nya akan kita temukan.tapi dengan kondisi dasar: Kita harus beriman, yakin, dan menggunakan akal pikiran. Serta betapa iptek dapat membuat kita bersimpuh dan berlutut manyadari kekecilan kita sebagai hamba Allah. Surat tersebut menyatakan bahwa dilangit dan dibumi terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah. Mari kita coba menganalisanya lebih jauh.
Pada bulan November 1989 yang lalu, ilmuan dengan perangkat teknologinya berhasil menintip quasar yang jauhnya 14 milyar tahun cahaya dari bumi tempat kita bermukim (kompas, 26 November 1989). Membaca berita ini akan membuat seorang ilmuwan yang beriman untuk mengucapkan "Allahu Akbar" dengan sanubari bergetar .betapa tidak, berita ini mampu menyadarkan manusiatentang betapa luasnya langit dibalik awan yang bergerak diatas kita ini.
Kenyataan menunjukkan semakin menguatnya peran agama bagi perkembangan teknologi dan keidupan manusia. Sehingga dengan kecenderungan ini bisa diperkirakan bahwa di masa depan, peranan agama akan semakin besar.
Bimbingan agama ini kian di butuhkan dalam era bio-teknologi, di mana manusia dengan otak dan otonya bisa menghasilkan berbagai peralatan dan produk barang canggih, tapi juga bisamengutak atik benda hidup.
2.4. Pengertian Sains
Ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) adalah bagian dari kebudayaan. Oleh karena itu seperti juga unsur kebudayaan yang lain, corak dan perkembangannya sangatlah dipengaruhi oleh dan mempengaruhi masyarakat diman ia dikembangkan atau diaplikasikan.
Sesungguhnya tak ada seorang pun manusia yang dapat yang melepaskan diri dari pengaruh teknologi. Setiap saat kita bemesraan dengan teknologi. Pakaian yang kita kenakan adalah hasil ilmu teknologi yang mencengangkan: makanan dan air semua yang kita konsumsi semua dari melalui proses iptek yang luar biasa runtut; kendaraan yang kita naiki, tanpa kecuali adalah sosok iptek; tak ketinggalan kertas, buku dan bulpen yang kita pakai adalah juga buah dari iptek. Iptek ada di mana-mana.ada di tiap kurun waktu dan hadir di semua lokasi dan ruang.
Pengaruh iptek terhadap kehidupan kita ada banyak sekali. Perubahan satu paradigma iptek dapat menyebabkan "revolusi" dalam semua bidang kehidupan; literatur, ekonomi, seni, politi, arsitektur, sosial, dan religi. Iptek menyebabkan kita tidak tergantung pada alam.
Perkembangan iptek yang sangat pesat maka kita perlu memadukan iptek dengan agama (islam) karena merupakan sebagai keharusan bagi kelanjutan peradaban manusia di masa depan. Mengembangkan keduanya secara sendiri akan menimbulkan maasalah. Menngembangan satu di antaranya akan membawa krisis. Dan sama sekali tidak mengembangkan keduanya akan membawa bencana.
2.5. Pentingnya Sains
Kemampuan manusia untuk menggunakan akal fikiran yang memungkinkan pengembangan iptek adalah suatu kondisi yang membuat derajat kita lebih tinggi dari makhluk hidup yang lain (tumbuhan dan hewan). Berkat kemampuan iptek inilah manusia dapat memiliki alat, saran, dan metode yang memungkinkan mereka menjalankan fungsi kekholifannya secara produktif di muka bumi.
Arti iptek bagi tugas-tugas kekholifahan di masa depan kian terasa bila kita benturkan dengan kondisi-kondisi lingkungan demografis di sekitar kita. Dengan jumlah pendudu yang kian bertambah sementara, besar bola bumi tetap sama tidak berubah ukurannya dengan demiian tanah, air, dan sumber daya alam yang terkandung di dalamnya tidak bertambah maka pemanfaatan teknologi merupakan suatu keniscayaan agar manusia dan makhluk hidup lain bisa bertahan hidup.
Dalam kaitan ini perlu di ingatkan bahwasannya iptek perlu di lihat sebagai sesuatu yang sebenarnya lekat dengan diri kita, bukan sesuatu yang asing yang tak terjangkau. Ini pentinng di kemukakan karena ada kecenderungan untuk membayangkan teknologi sebagi sesuatu yang canggih-canggih saja. Padahal ipotek telah menganbil peran sangat penting sehingga kita dapat memenuhi kebutuhan dasar kita (sandang, pangan dan pakan). Tanpa iptek manusia akan masih memakai kulit kayu, atau atau berburu di hutan dan berumah di gua. Singkatnya, iptek itu berperan besar dalam semua sendi kehidupan manusia.
Istilah sains berasal dari bahasa latin scientia yang berarti pengetahuan. Namun pernyataan ini terlalu luas dalam penggunaannya sehari-hari. Dalam arti sempit sains adalah disiplin ilmu yang terdiri dari physical sciences (ilmu fisik) dan life sciences (ilmu biologi). Termasuk physical sciences adalah ilmu-ilmu astronomi, kimia, geologi,mineralogi, meteorology, dan fisika, sedangkan life science meliputi biologi (anatomi, fisiologi, zoology, sitologi, embriologi, mikrobiologi). Dalam buku ini istilah sains dimaknai secara khusus sebagai nature of science atau ilmu.
Pengetahuan alam.Pengertian atas istilah sains secara khusus sebagai Ilmu Pengetahuan Alam sangat beragam. Conant (dalam Usman, 2006: 1) mendefinisikan sains sebagai suatu deretan konsep serta skema konseptual yang berhubungan satu sama lain, dan tumbuh sebagai hasil eksperimentasi dan observasi, serta berguna untuk diamati dan dieksperimentasikan lebihlanjut.
Carin & Sund (1989) mendefinisikan sains adalah suatu sistem untuk memahami alam semesta melalui observasi dan eksperimen yang terkontrol. Trowbridge & Byebee (1986: 38) menggambarkan skema umum ilmu pengetahuan.
Sains adalah suatu alat, suatu cara khusus untuk menginvestigasi suatu pertanyaan. Ketika menginvestigasi ,,suatu pertanyaan ilmiah, dibuat suatu hipotesis, dikumpulkan data-data, dan ahirnya hipotesis didukung atau ditolak. Ilmuwan tidak pernah takut salah. Pembuktian bahwa suatu hipotesis tidak benar adalah bagian dari pekerjaan ilmuwan. Adalah penting untuk menjawab pertanyaan tentang kehidupan dan alam disekitar kita secara ilmiah, sehingga akan banyak menghilangkan banyak keraguan.
Alam semesta yang menjadi tempat tinggal manusia terdiri atas benda-benda material yang tidak terhitung banyaknya, baik yang bernyawa maupun yang tidak bernyawa, yang bergerak, yang relatif diam, dan juga beragam energy dalam bentuk panas, cahaya, listrik, dan sebagainya. Semua itu memberi macam segala macam kenikmatan material. Sejenak memandang langit, terutama dimalam hari akan memberi gagasan tentang betapa luasnya ruang angkasa dan betapa besar kekuatan yang bersama-sama menopang benda-benda langit. Pergantian siang dan malam memberi kita rentang waktu dalam bentuk jam hari dan tahun.
Materi dan energy berinteraksi dalam ruang yang menimbulkan gerakan dan masing-masing gerakan materi semacam itu atau terjadinya suatu peristiwa membutuhkan ruang dan waktu tertentu. Entis-entis dasar ini yang saling terkait dan diatur hukum-hukum alam termasuk dalam kajian ilmiah. Para ilmuan berusah memahami alam dan mereduksi pemahaman mereka dalam bentuk teori dan hukum. Dalam upaya penelitin, observasi, eksperimentasi, dan inferensi ini para ilmuan telah menghimpun pengetahuan yang sangat luas mengenai segala aspek alam. Sains tidak lebih dari sekedar pengetahuan yang terkumpul mengenai alam dan yang tersusun secara sistematik.
Sanin telah memainkan peranan yang sangat penting dalam pembangunan dan kemajuan manusia. Jika kita mengamati catatan sejarah, kita akan melihat betapa manusia telah menghasilkan aneka ragam pengetahuan dan berbagi temuan dalam bidang sains. Himpunan pengetahuan dan temuan it uterus bertambah dari waktu ke waktu dari generasi ke generasi sesuai dengan semakin banyaknya kebutuhan manusia terhadap perubahan dan kemudahan. Dan sepertinya, perkembangan itu akan mencapai puncaknya pada abad ini.
Asal-ussul sains sebagaimana asal-usul agama, berawal dari masa nabi Adam as. Kecendeerungan dan tuntutan untuk melakukan eksperimen yang mengantarkan pada berbagai penemuan telah tertanam dalam diri Adam sendiri sebagi mana dapat kita lihat pada baris-baris riwayat dalam Al-qur'an yang menceritakan kejatuhan adam dari surga.
2.6. Memadukan Sains dan agama
Dari sejarah kita belajar dari sejarah bahwapada awal perkembangan sains modern terjadi perpecahan antara kaum agamawan dan ilmuwan. Ini ditandai dengan sikap keras kaum agamawan Eropa kepada kepler, Glileo, Copernius, Bruno dan penganut faham heliocentris lainnya. Metodologi yang dikembangkan yang mengandalkan kemampuan indrawi (empiris) membuat kajian keagamaan dianggap tidak ilmiah.
Beruntunglah bahwa pada abad ke-20, terjadi hubungan yang lebih harmonis antara ilmuan dan agamawan. Temuan-temuan dalam bidang iptek yang kasat mata membuat ilmuan peraya pada banyak hal yang tak terjangkau oleh indera. Hal ini terutama muncul ketika disadari bahwa isi ala mini terdiri dari atom-atom yang dapat diteliti lagi yang menjadi sub-atom. Hal ini membuat para ilmuan terperangah bahwa banyak hal yang harus dipercaya adanya tanpa harus ditangkap oleh indera, termasuk electron, cahaya, gelombang radio, dan sebagainya.
2.7. Hubungan antara agama dan sains
Berdasrkan pembahasan di atas, pengetahuan manusia dapat di bagi ke dalam dua kategori:
" Pengetahuan yang di komunikasikan tuhan (Allah) kepada manusia melalui para rasulnya, yang membahas manusia secara khusus dan alam semesta secara umum, yang selanjutnya di sebut agama.
" Pengetahuan yang di upayakan manusia melalui penelitian, observasi, dan upaya-upaya yang membahas seluruh alam semesta termasuk dirinya sendiri jenis pengetahuan ini selanjutnya di sebut sains.
Beberapa ayat Al-qur'an di bawah ini membuktikan bahwa pengetahuan manusia, baik yang bersifat keagamaan dan keilmuan, secara langsung ataupun tidak langsung bersumber dari tuhan ( Allah ) dan merupakan bagian yang tidak penting dari pengetahuan ketuhanan. Observasi, hafalan, inteligensi, eksfresi, dan ringkasnya, segala macam kemampuan manusia merupakan anugrah Allah. Karenanya, tdak ada manusia yang bisa mendapatkan sedikitpun dari pengetahuan Allah ini tanpa kemempuan dan kehendak Allah, sebaimana di jelaskan dalam ayat-ayat al qur an berikut ini:
₩£ᅦ ■ᅪ■₩¦ ᅯ■  ̄¦ ᅳ£ ̄¥ ᅤ£ᅦ  ̄ᅦ ᅯᅦ
Dia Mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia Kehendaki. Kursi-Nya.*
ᅦ£■ ᅳ£ ̄ ᅦ££ ̄-? ᅳ£ ̄ ᅦ£ᅤ¦ᅮᅦ¦  ̄ᅦ £ ̄ ■ᅳ£ ̄
Dia Mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. Dia Mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. . Penelitian terhadap tujuan dan hasil yang lahir dari dua institusi besar ini,yakni agama dan sains, menunjukan bahwa keduanya bertujuan menciptakan kemakmuran dan kebaikan bagi manusia. Agama berkaitan dengan kenikmatan jasmani. Namun, dalam sejarah manusia, agama dan sains seringkali menjadi penyebab utama konflik dan malapetaka. Kenyataan menunjukan, insitusi seperti agama dan sains, yang sesunggunya memiliki tujuan mulia, ternyata menjadi penyebeb munculnya kerusakan dan kehancuran manusia. Itu tidak terlalu mengherankan karena dalam perkembangannya, para pemelik agama dan para ilmuwan melenceng dari tujuan mulia itu. Para pemeluk agama tidak lagi beriman dan menaati ketentuan serta perintah tuhannya dan menyalah gunakan pengetahuan yang mereka kembangkan.
Mereka abaikan bahwa agama terutama agama islam dalam bentuknya yang terakhir merupakan aturan tingkah laku, sementara sains adalah akumulasi pengetahuan tenteng alam semesta sebagai hasil observasi, eksperimen, dan inferensi manusia.
2.8. Pergeseran Humanisme dalam Era Percepatan Ilmu Pengetahuan
Tuhan, alam semesta ( makro kosmos) dan manusia sebagai Mikro Kromos telah lama dipikirkan secara radikal oleh para filosof. Gugusan sejarah dan kesejarahan filosofi berakal jauh kemasa lampau., beberapa ratus tahun sebelum masehi. Sebagai sample yang sederhana yakni Aristoteles berpendapat bahwa tubuh dan jiwa manusia adalah dua aspek dari satu substansi. Jiwa adalah aktus pertama yang paling asasi yang menyebabkan ragam menjadi tubuh yang hidup.
Jiwa adalah asas hidup dalam arti yang seluas-luasnya, yang menjadi asas segala arah hidup yang mengerakan tubuh yang memimpin segala perbu.tan menuju kepada tujuannya. Aristoteles membentangkan ajaran monisme tentang manusia dalam kerangka kesemestaan realitas sebagai materi dalam dinamisasi tata fikir filosofis bahkan dalam pemikiran humanitis sekalipun.
Kecenderungan sosiologis, manusia secara individual selalu berusaha untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan sekaligus norma-norma, kaidah-kaidah yang hidup dalam masyarakat. Proses kedewasaan dan proses pembentukan jiwa seseorang sangat lekat dengan lingkungan dan mobilitas sosisal dalam masysrakat, benturan-benturan kehidupan yang dialami serta tuntunan-tuntunan alam sekitar. Missal terkecil dalam hal ini adalah manusia purba yang hidup.
BAB III
PENUTUP
3.1. TELAAH KRITIS
Diera modern pada saat ini memang sudah dipenuhi berbagai ilmu-ilmu yang memudahkan manusia dalam beraktivitas, seperti halnya ilmu sains yang semakin lama semakin maju dalam segala bidang. Akan tetapi disatu sisi kehadiran IPTEK ini membuat keresahan dalam Islam modern yang masih erat memegang teguh nilai-nilai keislaman pada zaman Rosulullah saw, sedangkan di zaman sekarang ini sangat membutuhkannya, akan tetapi Islam itu juga sangat lebih jauh memandang pengaruh IPTEK dalam peradaban Islam itu sendiri.
Dalam perkembangan Sains saat ini membuat para penggunanya lebih mudah dalam menentukan kepentingan- kepentingan diberbagai kalangan seperti, Dikalangan Islam itu sendiri. Yang menjadi permasalahan adalah penyalahgunaan Sains itu sendiri.
IPTEK sangat di perlukan untuk keberlangsungan hidup manusia, memang IPTEK mempunyai banyak dampak negative tapi disamping itu juga mempunyai dampak positive, hal itu tergantung pengguna yang mamakainya,dan juga tidak bisa di bantahkan lagi Islampun juga perlu pada IPTEK.
3.2. KESIMPULAN
Kehadiran IPTEK membuat kehidupan semakin bersaing dalam era modern saat ini, kerana dengan segala aktivitas dapat terealisasikan dengan baik, Ilmu Pengetahuan yang berkembang saat ini sangat jauh dengan perkembangan ilmu pengetahuan di zaman dahulu, maka dengan perkembangan ilmu pengetahuan inilah yang akan menjadikan kita lebih lihai dalam menyikapi IPTEK dengan menjadikannya sebagai mediasi yang akan mempermudahkan kita dalam menyelesaikan segala urusan yang kita hadapi.
Pengaruh buruklah yang akan menjauhkan kita dari Sains, sehingga kita menganggap Sains itu berpengaruh buruk dalam Islam, padahal Sains telah membantu mempermudah urusan-urusan dalam aktivistas dalam beragama.
3.3. SARAN
Dengan adanya makalah yang kami buat ini, semoga kami mendapatkan saran yang baik dari bapak pembimbing agar kami mampu membuat yang lebih baik dan benar dalam makalah.
DAFTAR PUSTAKA
Drs. Rohadi Abdul Fatah, Drs. Sudarsono, S.H. Ilmu dan teknologi dalam Islam. PT Rineke cipta, Jakarta Anggota IKAPI 1990
Nicolas Bezdyev, The Disting of Man.
Prof. Dr. Fuad Hasan, Berkenalan dengan Existenzialisme
Dr. Mir Aneesuddin, M.Sc., Buku Saku Ayat-Ayat Semesta. Jakarta Zaman 2014.
Marwan Daud Ibrahim, teknologi emansipasi dan trandensi, Bandung mizan, 1995.
Pdf. Diktat pendidikan sains,
Dr. Harun Hadiwiyono, seri ssejarah, filsafat barat I.
PERANAN AGAMA ISLAM DAN SAINS DALAM PERCEPATAN PERADABAN ILMU PENGETAHUAN
Kelompok Pemakalah
1. Ahmad Haqiki (082142062)
2. Agus Jailani (082142082)
3. Amiruddin Naibaho (082142084)
4. Juma Utsman (082142091)
5. Andi Widiyanto (082142086)
6. Vina Nuril Wahdah (082142065)
7. Lilis Suryani (082142067)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Data sejarah tetap meiliki nilai kebenaran yang obyektif bahwa dunia islam penuh dengan dinamisasi yang pantas dikagumi dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Bidang ilmu pengetahuan meliputi geografi, biologi, sejarah, filsafat, dan ilmu kimia. Di samping itu masih dilengkapi dengan pembangunan di bidang pertanian, industri, penelitian di bidang farmakologi, dan pendalaman ilmu kedokteran,serta penelitian angkasa luar. Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan peradaban islam sama sekali tidak di barengi dengan munculnya berbagai krisis, baik krisis moral, sosial, ekonomi, politik, maupun budaya. Kemampuan islam menngatasi dan mencegah munulnya krisis ataupun kemelut yang biasa menyertai kemajuan dan modernisasi, terletak pada entitas dan integralitas jaran islam terutama nilai nilai akhlakul karimah.
Di samping itu, tuntunan islam lebih menitik beratkan pada pembentukan seutuhnya, baik dunia maupun akhirat, juga material maupun spiritual.
Demikian pula halnya pembbangunan nasional, bertujuan untuk mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata, material dan spiritual berdasarkan pancasila di dalam wadah kesatuan Republik Indonesia yang merdeka berdaulat, bersatu, dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tentram, tertib, dan dinamis, serta dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka bersahabat, tertib, dan damai.
Tujuan pembangunan nasional memiliki orientasi integral bagi kemaslahatan hidup manusia secara universal; teristimewa bagi bangsa Indonesia. Tujuan pembangunan nasional bukanlah konsepsi autopia yang mustahil dicapai, akan tetapi sesuatu yang realistis dan aplikatif.
1.2. Rumusan Masalah
I. Apa Pengaruh Agama terhadap Sains
II. Kenapa Sains diperlukan diera Modern Islam saat ini
III. Apakah tekhnologi saat ini menyalahi aturan Islam Modern saat ini.
1.3. Tujuan Pembahasan
I. Mengetahui manfaat dan mudhoratnya sains
II. Mengetahui pentingnya Sains dalam Islam
III. Sains sangat dibutuhkan Islam Modern saat ini.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pembaharuan dan peradaban teknologi
Pada prinsipnya "modernisasi teknologi" dan akselerasi kemajuannya menjadi topic perlombaan, bahkan setiap individu maupun setiap bangsa beradu cepat dalam mengangkat modernisasi teknologi menjadi sebuah kultur global. Idealisasi ini memang representatif dan sehat, sebab kemajuan teknologi pasti mampu membantu umat manusia untuk tidak mempersulit kepentingan-kepentingannya baik berupa sarana komunikasi alat-alat kerja bahkan hampir segala aspek kehidupan manusia dapat ditangani secara mekanik. Kebanyakan di Negara yang sedang membangun kedua aspek modernisasi ini merambat secara berdampingan dan harmonis. Akan tetapi dalam ritme perjalanan waktu keharmonisan tadi mulai membias dan bergeser karana adanya kemelut nilai-nalai multi komplikasi baik politik, ekonomi, sosial budaya dan moral.
Dalam satu sisi dapat terjadi pembaruan mentalitas yang lagi begitu cepat dan sungguh dominan, namun kadang-kadang terjadi justru modernisasi teknologi yang laju cepat sehingga memperbudak mental suatu bangsa. Dalam analisis dan pemikiran normal Nampak ketidak relefanan, akan tetapi yang terjadi justru manusia menjadikan peradaban teknologi sebagai satu-satunya tujuan hidup. Padahal sesungguhnya kemajuan teknologi sepantasnya hanya dijadikan sekedar alat untuk menanggapi desakan-desakan alam yang telah menjadi ajang hidup sehari-hari. Desakan-desakan alam memiliki dampak tersendiri dalam teori derap kehidupan umat manusia secara global.
Lain hanya apabila peradaban teknologi dijadikan tujuan dan cita-cita, maka pada gilirannya peradaban teknologi akhirnya berubah menjadi kekuasaan yang membelenggu manusia sendiri. Memang terdapat kebenaran dalam kalimat sederhana Nicolas Berdyev dalam "The Destiny of Man", halaman 225-226: Technical progress testifies not only to man's strength and power over nature: it only liberalisman but also weakens and enslaves him: it mechanizes human life and give man the image and semblance of mechanizes" (Kemajuan teknik tidak saja membuktikan kekuatan serta daya manusia untuk menguasai alam, kemudian teknik itu tidak saja membebaskan manusia akan tetapi juga memperlemah serta memperbudaknya, kemajuan itu memekanisasikan manusia dan menimbulkan gambaran serta persamaan manusia sebagai mesin).
Penghayatan, pemahaman, dan penilaian tentang waktu sekalipun, jelas merupakan akibat langsung atau paling tidak merupakan sebagian akibat samping yang ditimbulkan oleh peradaban teknologi modern dan irama akselerasinya. Bahkan akibat tersebut justru lebih parah. Peradaban teknologi modern pada saatnya akan mampu menggeser pola, tata cara, model, dan irama hidup manusia. Dewasa ini waktu dihayati hanyalah sekedar peluang untuk dilewati dalam gerak cepat menuju masa depan. Hal ini berarti manusia akan maha sulit untuk mengukuhkan eksistensinya sebagai pribadi yang khas, sebagai makhluk yang tersusun jiwa dan raga. Semua ini merupakan beberapa tanda dan bukti-bukti nyata sebagai implikasi logis karena manusia sendiri telah luluh terhadap perjalanan waktu.
2.2. Pengertian Agama
Agama adalah aturan prilaku bagi umat manusia yang ditetapkan dan disampaikan Allah SWT. Melalui manusia pilihan_Nya yang dikenal dengan sebutan rasul ( utusan) atau nabi. Agama mengajak manusia untuk mengimani realitas, keesaan, dan supermasi Allah yang Mahatinggi dan berserah diri sepenuhnya, secara ruhani, mental, dan fisikal kepada kehendak_Nya. Semua perintah dan kehendak Allah itu mewujud dalam bentuk pesan yang disampaikan dan dijelaskan para nabi untuk bimbingan dan memadu kehidupan manusia.
Dengan kata lain, agama adalah seperangkat panduan sikap dan prilaku yang mengatur kehidupan sehari hari manusia. Dalam Al-Qur'an, pesan Allah yang pertama itu ditunjukan kepada nabi Adam as.
ᅧ£↓ ᅡᅬ ̄  ̄¦ ¥ £ ̄ᅦᅧ ᅧᅦ ᅳ£■¥
Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhan-nya, lalu Dia pun Menerima tobatnya.
Titah yang diterima Adam as. Ini merupakan satu-satunya agama bagi umat manusia hingga berakhirnya dunia ini. Namun, kita melihat, begitu banyak karangan agama dan keyakinan yang dipegang dan dianut manusia, yang berbeda dari sisi keyakinan maupun peraktik ibadahnya. Jadi, jika pada awalnya satu keyakinan dan satu agama, mengapa kemudian muncul berbagai perbedan?
Prilaku dan gerak hidup manusia pada masa Nabi Adam as. Tentu saja sangat berbeda dengan kehidupan dimasa-masa berikutnya. Seiring dengan perkembangan zaman, generasi demi generasi manusia merasa perlu untuk merubah tatanan hukum dan prilaku agar sesuai dengan keadan pada masanya masing- masing. Dari zaman ke zaman manusia terbiasa melupakan dan mengubah hukum agar sesuai dengan keinginannya sendiri, karena itu, para nabi diutus dari waktu ke waktu untuk memperingatkan mereka yang melupakan hukum itu dan menekankan kembali berlakunya hukum itu bagi mereka yang telah mengubahnya. Dengan begitu dari waktu ke waktu komunikasi manusia dengan tuhan selalu terjalin melalui rasul-rasulnya sehingga tidak ada seorang pun bisa mengeluh bahwa merka diabaikan.
2.3. Pentingnya agama bagi perkembangan teknologi
Apa betul Iptek dapat membantu manusia untuk lebih menyadari kebesarannya? Untuk pertanyaan ini Allah swt. telah menyediakan jawaban didalam Al-Qur'an. Simaklah apa yang difirmankannya dalam Qur'an Surat Al-Jastiah, artinya: Sungguh dilangit dan dibumi ada tanda-tanda (kekuasaan Tuhan) bagi orang yang beriman (Q.S: 45:3).
Pada dirimu yang Dia ciptakan, dan pada binatang yang ia tebarkan, Nampak (pula) tanda-tanda (kekuasaan bagi orang yang punya keyakinan), (Q.S: 45: 4).
Pun pada malam yang silih berganti dengan siang dan rezeki yang Allah turunkan dari langit. Kemudian ia hidupkan bumi dengannya sesudah mati, dan pada perkisaran angin, Nampak tanda-tanda (kekuasaan Tuhan) bagi orang yang menggunakan akal pikiran. (Q.S: 45:5).
Pada terjemahan ayat-ayat yang dikutipkandiatas dinyatakan bahwa sesungguhnya kemana pun kita palingkan wajah kita, tanda-tanda kebesarannya-Nya akan kita temukan.tapi dengan kondisi dasar: Kita harus beriman, yakin, dan menggunakan akal pikiran. Serta betapa iptek dapat membuat kita bersimpuh dan berlutut manyadari kekecilan kita sebagai hamba Allah. Surat tersebut menyatakan bahwa dilangit dan dibumi terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah. Mari kita coba menganalisanya lebih jauh.
Pada bulan November 1989 yang lalu, ilmuan dengan perangkat teknologinya berhasil menintip quasar yang jauhnya 14 milyar tahun cahaya dari bumi tempat kita bermukim (kompas, 26 November 1989). Membaca berita ini akan membuat seorang ilmuwan yang beriman untuk mengucapkan "Allahu Akbar" dengan sanubari bergetar .betapa tidak, berita ini mampu menyadarkan manusiatentang betapa luasnya langit dibalik awan yang bergerak diatas kita ini.
Kenyataan menunjukkan semakin menguatnya peran agama bagi perkembangan teknologi dan keidupan manusia. Sehingga dengan kecenderungan ini bisa diperkirakan bahwa di masa depan, peranan agama akan semakin besar.
Bimbingan agama ini kian di butuhkan dalam era bio-teknologi, di mana manusia dengan otak dan otonya bisa menghasilkan berbagai peralatan dan produk barang canggih, tapi juga bisamengutak atik benda hidup.
2.4. Pengertian Sains
Ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) adalah bagian dari kebudayaan. Oleh karena itu seperti juga unsur kebudayaan yang lain, corak dan perkembangannya sangatlah dipengaruhi oleh dan mempengaruhi masyarakat diman ia dikembangkan atau diaplikasikan.
Sesungguhnya tak ada seorang pun manusia yang dapat yang melepaskan diri dari pengaruh teknologi. Setiap saat kita bemesraan dengan teknologi. Pakaian yang kita kenakan adalah hasil ilmu teknologi yang mencengangkan: makanan dan air semua yang kita konsumsi semua dari melalui proses iptek yang luar biasa runtut; kendaraan yang kita naiki, tanpa kecuali adalah sosok iptek; tak ketinggalan kertas, buku dan bulpen yang kita pakai adalah juga buah dari iptek. Iptek ada di mana-mana.ada di tiap kurun waktu dan hadir di semua lokasi dan ruang.
Pengaruh iptek terhadap kehidupan kita ada banyak sekali. Perubahan satu paradigma iptek dapat menyebabkan "revolusi" dalam semua bidang kehidupan; literatur, ekonomi, seni, politi, arsitektur, sosial, dan religi. Iptek menyebabkan kita tidak tergantung pada alam.
Perkembangan iptek yang sangat pesat maka kita perlu memadukan iptek dengan agama (islam) karena merupakan sebagai keharusan bagi kelanjutan peradaban manusia di masa depan. Mengembangkan keduanya secara sendiri akan menimbulkan maasalah. Menngembangan satu di antaranya akan membawa krisis. Dan sama sekali tidak mengembangkan keduanya akan membawa bencana.
2.5. Pentingnya Sains
Kemampuan manusia untuk menggunakan akal fikiran yang memungkinkan pengembangan iptek adalah suatu kondisi yang membuat derajat kita lebih tinggi dari makhluk hidup yang lain (tumbuhan dan hewan). Berkat kemampuan iptek inilah manusia dapat memiliki alat, saran, dan metode yang memungkinkan mereka menjalankan fungsi kekholifannya secara produktif di muka bumi.
Arti iptek bagi tugas-tugas kekholifahan di masa depan kian terasa bila kita benturkan dengan kondisi-kondisi lingkungan demografis di sekitar kita. Dengan jumlah pendudu yang kian bertambah sementara, besar bola bumi tetap sama tidak berubah ukurannya dengan demiian tanah, air, dan sumber daya alam yang terkandung di dalamnya tidak bertambah maka pemanfaatan teknologi merupakan suatu keniscayaan agar manusia dan makhluk hidup lain bisa bertahan hidup.
Dalam kaitan ini perlu di ingatkan bahwasannya iptek perlu di lihat sebagai sesuatu yang sebenarnya lekat dengan diri kita, bukan sesuatu yang asing yang tak terjangkau. Ini pentinng di kemukakan karena ada kecenderungan untuk membayangkan teknologi sebagi sesuatu yang canggih-canggih saja. Padahal ipotek telah menganbil peran sangat penting sehingga kita dapat memenuhi kebutuhan dasar kita (sandang, pangan dan pakan). Tanpa iptek manusia akan masih memakai kulit kayu, atau atau berburu di hutan dan berumah di gua. Singkatnya, iptek itu berperan besar dalam semua sendi kehidupan manusia.
Istilah sains berasal dari bahasa latin scientia yang berarti pengetahuan. Namun pernyataan ini terlalu luas dalam penggunaannya sehari-hari. Dalam arti sempit sains adalah disiplin ilmu yang terdiri dari physical sciences (ilmu fisik) dan life sciences (ilmu biologi). Termasuk physical sciences adalah ilmu-ilmu astronomi, kimia, geologi,mineralogi, meteorology, dan fisika, sedangkan life science meliputi biologi (anatomi, fisiologi, zoology, sitologi, embriologi, mikrobiologi). Dalam buku ini istilah sains dimaknai secara khusus sebagai nature of science atau ilmu.
Pengetahuan alam.Pengertian atas istilah sains secara khusus sebagai Ilmu Pengetahuan Alam sangat beragam. Conant (dalam Usman, 2006: 1) mendefinisikan sains sebagai suatu deretan konsep serta skema konseptual yang berhubungan satu sama lain, dan tumbuh sebagai hasil eksperimentasi dan observasi, serta berguna untuk diamati dan dieksperimentasikan lebihlanjut.
Carin & Sund (1989) mendefinisikan sains adalah suatu sistem untuk memahami alam semesta melalui observasi dan eksperimen yang terkontrol. Trowbridge & Byebee (1986: 38) menggambarkan skema umum ilmu pengetahuan.
Sains adalah suatu alat, suatu cara khusus untuk menginvestigasi suatu pertanyaan. Ketika menginvestigasi ,,suatu pertanyaan ilmiah, dibuat suatu hipotesis, dikumpulkan data-data, dan ahirnya hipotesis didukung atau ditolak. Ilmuwan tidak pernah takut salah. Pembuktian bahwa suatu hipotesis tidak benar adalah bagian dari pekerjaan ilmuwan. Adalah penting untuk menjawab pertanyaan tentang kehidupan dan alam disekitar kita secara ilmiah, sehingga akan banyak menghilangkan banyak keraguan.
Alam semesta yang menjadi tempat tinggal manusia terdiri atas benda-benda material yang tidak terhitung banyaknya, baik yang bernyawa maupun yang tidak bernyawa, yang bergerak, yang relatif diam, dan juga beragam energy dalam bentuk panas, cahaya, listrik, dan sebagainya. Semua itu memberi macam segala macam kenikmatan material. Sejenak memandang langit, terutama dimalam hari akan memberi gagasan tentang betapa luasnya ruang angkasa dan betapa besar kekuatan yang bersama-sama menopang benda-benda langit. Pergantian siang dan malam memberi kita rentang waktu dalam bentuk jam hari dan tahun.
Materi dan energy berinteraksi dalam ruang yang menimbulkan gerakan dan masing-masing gerakan materi semacam itu atau terjadinya suatu peristiwa membutuhkan ruang dan waktu tertentu. Entis-entis dasar ini yang saling terkait dan diatur hukum-hukum alam termasuk dalam kajian ilmiah. Para ilmuan berusah memahami alam dan mereduksi pemahaman mereka dalam bentuk teori dan hukum. Dalam upaya penelitin, observasi, eksperimentasi, dan inferensi ini para ilmuan telah menghimpun pengetahuan yang sangat luas mengenai segala aspek alam. Sains tidak lebih dari sekedar pengetahuan yang terkumpul mengenai alam dan yang tersusun secara sistematik.
Sanin telah memainkan peranan yang sangat penting dalam pembangunan dan kemajuan manusia. Jika kita mengamati catatan sejarah, kita akan melihat betapa manusia telah menghasilkan aneka ragam pengetahuan dan berbagi temuan dalam bidang sains. Himpunan pengetahuan dan temuan it uterus bertambah dari waktu ke waktu dari generasi ke generasi sesuai dengan semakin banyaknya kebutuhan manusia terhadap perubahan dan kemudahan. Dan sepertinya, perkembangan itu akan mencapai puncaknya pada abad ini.
Asal-ussul sains sebagaimana asal-usul agama, berawal dari masa nabi Adam as. Kecendeerungan dan tuntutan untuk melakukan eksperimen yang mengantarkan pada berbagai penemuan telah tertanam dalam diri Adam sendiri sebagi mana dapat kita lihat pada baris-baris riwayat dalam Al-qur'an yang menceritakan kejatuhan adam dari surga.
2.6. Memadukan Sains dan agama
Dari sejarah kita belajar dari sejarah bahwapada awal perkembangan sains modern terjadi perpecahan antara kaum agamawan dan ilmuwan. Ini ditandai dengan sikap keras kaum agamawan Eropa kepada kepler, Glileo, Copernius, Bruno dan penganut faham heliocentris lainnya. Metodologi yang dikembangkan yang mengandalkan kemampuan indrawi (empiris) membuat kajian keagamaan dianggap tidak ilmiah.
Beruntunglah bahwa pada abad ke-20, terjadi hubungan yang lebih harmonis antara ilmuan dan agamawan. Temuan-temuan dalam bidang iptek yang kasat mata membuat ilmuan peraya pada banyak hal yang tak terjangkau oleh indera. Hal ini terutama muncul ketika disadari bahwa isi ala mini terdiri dari atom-atom yang dapat diteliti lagi yang menjadi sub-atom. Hal ini membuat para ilmuan terperangah bahwa banyak hal yang harus dipercaya adanya tanpa harus ditangkap oleh indera, termasuk electron, cahaya, gelombang radio, dan sebagainya.
2.7. Hubungan antara agama dan sains
Berdasrkan pembahasan di atas, pengetahuan manusia dapat di bagi ke dalam dua kategori:
" Pengetahuan yang di komunikasikan tuhan (Allah) kepada manusia melalui para rasulnya, yang membahas manusia secara khusus dan alam semesta secara umum, yang selanjutnya di sebut agama.
" Pengetahuan yang di upayakan manusia melalui penelitian, observasi, dan upaya-upaya yang membahas seluruh alam semesta termasuk dirinya sendiri jenis pengetahuan ini selanjutnya di sebut sains.
Beberapa ayat Al-qur'an di bawah ini membuktikan bahwa pengetahuan manusia, baik yang bersifat keagamaan dan keilmuan, secara langsung ataupun tidak langsung bersumber dari tuhan ( Allah ) dan merupakan bagian yang tidak penting dari pengetahuan ketuhanan. Observasi, hafalan, inteligensi, eksfresi, dan ringkasnya, segala macam kemampuan manusia merupakan anugrah Allah. Karenanya, tdak ada manusia yang bisa mendapatkan sedikitpun dari pengetahuan Allah ini tanpa kemempuan dan kehendak Allah, sebaimana di jelaskan dalam ayat-ayat al qur an berikut ini:
₩£ᅦ ■ᅪ■₩¦ ᅯ■  ̄¦ ᅳ£ ̄¥ ᅤ£ᅦ  ̄ᅦ ᅯᅦ
Dia Mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia Kehendaki. Kursi-Nya.*
ᅦ£■ ᅳ£ ̄ ᅦ££ ̄-? ᅳ£ ̄ ᅦ£ᅤ¦ᅮᅦ¦  ̄ᅦ £ ̄ ■ᅳ£ ̄
Dia Mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. Dia Mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. . Penelitian terhadap tujuan dan hasil yang lahir dari dua institusi besar ini,yakni agama dan sains, menunjukan bahwa keduanya bertujuan menciptakan kemakmuran dan kebaikan bagi manusia. Agama berkaitan dengan kenikmatan jasmani. Namun, dalam sejarah manusia, agama dan sains seringkali menjadi penyebab utama konflik dan malapetaka. Kenyataan menunjukan, insitusi seperti agama dan sains, yang sesunggunya memiliki tujuan mulia, ternyata menjadi penyebeb munculnya kerusakan dan kehancuran manusia. Itu tidak terlalu mengherankan karena dalam perkembangannya, para pemelik agama dan para ilmuwan melenceng dari tujuan mulia itu. Para pemeluk agama tidak lagi beriman dan menaati ketentuan serta perintah tuhannya dan menyalah gunakan pengetahuan yang mereka kembangkan.
Mereka abaikan bahwa agama terutama agama islam dalam bentuknya yang terakhir merupakan aturan tingkah laku, sementara sains adalah akumulasi pengetahuan tenteng alam semesta sebagai hasil observasi, eksperimen, dan inferensi manusia.
2.8. Pergeseran Humanisme dalam Era Percepatan Ilmu Pengetahuan
Tuhan, alam semesta ( makro kosmos) dan manusia sebagai Mikro Kromos telah lama dipikirkan secara radikal oleh para filosof. Gugusan sejarah dan kesejarahan filosofi berakal jauh kemasa lampau., beberapa ratus tahun sebelum masehi. Sebagai sample yang sederhana yakni Aristoteles berpendapat bahwa tubuh dan jiwa manusia adalah dua aspek dari satu substansi. Jiwa adalah aktus pertama yang paling asasi yang menyebabkan ragam menjadi tubuh yang hidup.
Jiwa adalah asas hidup dalam arti yang seluas-luasnya, yang menjadi asas segala arah hidup yang mengerakan tubuh yang memimpin segala perbu.tan menuju kepada tujuannya. Aristoteles membentangkan ajaran monisme tentang manusia dalam kerangka kesemestaan realitas sebagai materi dalam dinamisasi tata fikir filosofis bahkan dalam pemikiran humanitis sekalipun.
Kecenderungan sosiologis, manusia secara individual selalu berusaha untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan sekaligus norma-norma, kaidah-kaidah yang hidup dalam masyarakat. Proses kedewasaan dan proses pembentukan jiwa seseorang sangat lekat dengan lingkungan dan mobilitas sosisal dalam masysrakat, benturan-benturan kehidupan yang dialami serta tuntunan-tuntunan alam sekitar. Missal terkecil dalam hal ini adalah manusia purba yang hidup.
BAB III
PENUTUP
3.1. TELAAH KRITIS
Diera modern pada saat ini memang sudah dipenuhi berbagai ilmu-ilmu yang memudahkan manusia dalam beraktivitas, seperti halnya ilmu sains yang semakin lama semakin maju dalam segala bidang. Akan tetapi disatu sisi kehadiran IPTEK ini membuat keresahan dalam Islam modern yang masih erat memegang teguh nilai-nilai keislaman pada zaman Rosulullah saw, sedangkan di zaman sekarang ini sangat membutuhkannya, akan tetapi Islam itu juga sangat lebih jauh memandang pengaruh IPTEK dalam peradaban Islam itu sendiri.
Dalam perkembangan Sains saat ini membuat para penggunanya lebih mudah dalam menentukan kepentingan- kepentingan diberbagai kalangan seperti, Dikalangan Islam itu sendiri. Yang menjadi permasalahan adalah penyalahgunaan Sains itu sendiri.
IPTEK sangat di perlukan untuk keberlangsungan hidup manusia, memang IPTEK mempunyai banyak dampak negative tapi disamping itu juga mempunyai dampak positive, hal itu tergantung pengguna yang mamakainya,dan juga tidak bisa di bantahkan lagi Islampun juga perlu pada IPTEK.
3.2. KESIMPULAN
Kehadiran IPTEK membuat kehidupan semakin bersaing dalam era modern saat ini, kerana dengan segala aktivitas dapat terealisasikan dengan baik, Ilmu Pengetahuan yang berkembang saat ini sangat jauh dengan perkembangan ilmu pengetahuan di zaman dahulu, maka dengan perkembangan ilmu pengetahuan inilah yang akan menjadikan kita lebih lihai dalam menyikapi IPTEK dengan menjadikannya sebagai mediasi yang akan mempermudahkan kita dalam menyelesaikan segala urusan yang kita hadapi.
Pengaruh buruklah yang akan menjauhkan kita dari Sains, sehingga kita menganggap Sains itu berpengaruh buruk dalam Islam, padahal Sains telah membantu mempermudah urusan-urusan dalam aktivistas dalam beragama.
3.3. SARAN
Dengan adanya makalah yang kami buat ini, semoga kami mendapatkan saran yang baik dari bapak pembimbing agar kami mampu membuat yang lebih baik dan benar dalam makalah.
DAFTAR PUSTAKA
Drs. Rohadi Abdul Fatah, Drs. Sudarsono, S.H. Ilmu dan teknologi dalam Islam. PT Rineke cipta, Jakarta Anggota IKAPI 1990
Nicolas Bezdyev, The Disting of Man.
Prof. Dr. Fuad Hasan, Berkenalan dengan Existenzialisme
Dr. Mir Aneesuddin, M.Sc., Buku Saku Ayat-Ayat Semesta. Jakarta Zaman 2014.
Marwan Daud Ibrahim, teknologi emansipasi dan trandensi, Bandung mizan, 1995.
Pdf. Diktat pendidikan sains,
Dr. Harun Hadiwiyono, seri ssejarah, filsafat barat I.
Komentar
Posting Komentar