SEMANGAT KAMI PARA MAHASANTRI DAN MAHASISWA


Dalam kehidupan ini memang tidaklah jauh dari hal-hal yang serba kesulitan, apalagi jelas bagi kami para pecinta ilmu yang hampir setiap waktu kami manfaatkan untuk mencari ilmu karena kami haus akan ilmu. Perjalanan kami tidak cukup hanya berhenti di ilmu-ilmu agama yang diterapkan dipondok tetapi kami juga sangat baik diaktifkan di metode ilmu umum lainnya, agar keilslaman seseorang terlihat jelas bersama dengan kemajuannya zaman, sehinggga kami dituntut untuk memperdalam ilmu-ilum agama yang dasar sampai inti disalah satu pondok yang kini kami tempati sebagai ma’had tahfidz Qur’an Ibnu Katsir Jember, dimana kesibukan kami di pondok ini yang paling diunggulkan Al-Qur’an, Kitab Kuning dan bahasa Arab kami.
Kami sebagai santri wajiblah menaati aturan-aturan pondok karena para Asatidz dan Asatidzah menerapkan berbagai macam bimbingan yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits, dengan harapan mereka supaya kami memiliki akhlak Qur’ani yang akan membangun kembali islam yang (kaaffah) keislaman yang sempurna, inilah harapan kami semua agar menjadi para Hafidz-Hafidzoh yang berakhlak-akhlak Qur’ani sehinggga disebut Al-Qur’an berjalan.
Dikehidupan kami sebagai santri kami sangat bahagia karena kami diperlakukan seperti anak sendiri oleh ustad-ustadzah dan para ayahanda-ibunda (donatur) kami, sehingga terasa indah hidup yang kami jalan dima’had dan lantunan rasa syukur pun selalu kami lantunkan kepada Allah sang pemberi dan penyayang juga terimakasih kami kepada setiap orang yang mau membantu dan meringankan beban kami untuk menuntut ilmu ini.
Sekali lagi kami ucapkan banyak terimakasih kepada donatur dan para ustadz-ustadzah yang selalu setia membimbing dan memotivasi kami, agar tetap tegar dan semangat dalam menjalankan tugas kami sebagai penuntut ilmu dima’had sebagai mahasantri dan di IAIN Jember sebagai mahasiswa, yang turut andil dalam menangani permasalahan-permasalahan umat diera zaman yang penuh dengan kemodrenan yang semakin dekat terhadap dunia dan akan semakin jauh kepada akhira. Inilah tugas kami sebagai penerus para Anbiya’ seperti Nabi kita Nabi Muhammad Saw yang mengemban amanah untuk memperbaiki akhlak manusia agar menjadi lebih baik.
Di Universitas inilah kami dididik sebagai mahasiswa yang siap menjadi para Dai dan Daiyah, karena universitas ini negeri maka sedikitnya waktu kami terkuras dari Al-Qur’an untuk keperluan-keperluan tugas di kampus, tetapi bukan berarti bagi kami menjauh dari Al-Qur’an karena Al-Qur’anlah yang menjadi penyemangat terbaik kami makanya kami datang dari berbagai penjuru untuk menuntut ilmu dengan penuh percaya diri, merapatkan segala keyakinan untuk memastikan bahwa kami mampu mengemban ini semua karena kami percaya, kami memiliki kemampuan yang luar biasa demi sebuah cita-cita dimasa depan untuk umat.


Penulis: AMIRUDDIN NAIBAHO
https://www.facebook.com/isnan.azmi.7
https://plus.google.com/u/0/104243574067767103141/posts

Komentar

Postingan populer dari blog ini

pengaruh perbedaan qira’at terhadap penetapan hukum

ALQUR’AN