SILABI ILMU KALAM
FAKULTAS
USHULUDDIN IAIN JEMBER
SEMESTER
GENAP TAHUN AKADEMIK 2014/2015
|
Jurusan
|
: Ushuluddin / IAT
|
Bobot
|
: 2 sks
|
|
Pengampu
|
: Dr. Aminullah Elhady
|
Semester/Kls
|
: II / Q1, Q2
|
A. Rasional
Matakuliah “Ilmu Kalam” akan membekali mahasiswa untuk memahami
salah satu bidang ilmu keislaman yang membahas sejarah dan pemikiran kalam,
yang meliputi pembahasan mengenai latar belakang munculnya pemikiran tersebut,
perkembangannya, serta timbulnya aliran-aliran dengan pandangan dan pendirian
masing-masing, baik yang timbul pada masa lampau maupun yang masih ada hingga
saat ini.
Matakuliah ini bernilai penting bagi setiap mahasiswa Perguruan
Tinggi Agama Islam, termasuk mahasiswa IAIN Jember. Matakuliah ini akan
memberikan wawasan yang lebih komprehensif kepada mereka dalam pemahaman
keagamaan. Dengan disajikannya pemikiran dan pandangan yang beragam dalam
matakuliah ini, mahasiswa yang mengikutinya selain mengetahui landasan akidah
dan keyakinan dalam Islam yang dianutnya juga akan memahami landasan dan
keyakinan yang dianut oleh golongan lain. Dengan demikian mereka akan merasa
tidak berada dalam ruang kehidupan yang sempit. Sehingga dengan demikian,
sebagai mahasiswa yang menekuni ilmu-ilmu keislaman di dalam diri mereka akan
timbul semangat menghormati perbedaan.
Dalam kaitannya dengan tujuan pembelajaran di Perguruan Tinggi
Agama Islam, dengan penyajian matakuliah Ilmu Kalam ini diharapkan akan hadir
orang terpelajar yang memiliki akhlak mulia, kecakapan dan ketrampilan akademik
dan profesional yang kuat dalam ilmu keislaman untuk digunakan dalam bekerja,
belajar, dalam pendidikan lanjut, serta berinteraksi dalam lingkungan sosial
budaya, dan alam sekitar dalam kehidupan bermasyarakat menuju masyarakat
belajar yang beradab dan cerdas. Selain itu juga dalam rangka mengembangkan dan
menyebarluaskan ilmu-ilmu keislaman.
Matakuliah Ilmu Kalam merupakan salah satu matakuliah yang
bercorak “teoritik” dan menyajikan tema-tema yang relatif “abstrak”, yang
tergolong tema-tema pemikiran, yang tidak dapat diterapkan secara konkret.
Meskipun demikian, evaluasi terhadap proses dan hasil pembelajaran tetap akan
dilakukan. Karena itu dalam pembelajaran ini akan digunakan beberapa strategi
pembelajaran yang sesuai.
B. Standar Kompetensi
Dengan penyajian matakuliah ini diharapkan agar mahasiswa yang
mengikutinya akan memiliki wawasan yang baik mengenai sejarah dan pemikiran
kalam, yang merupakan sebagian dari khazanah Islam. Diharapkan pula, agar di
dalam diri mereka timbul sikap toleran dan semangat menghormati perbedaan,
setelah memahami argumentasi yang melandasi perbedaan tersebut.
C. Kompetensi Dasar
Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran dalam matakuliah ini
mahasiswa diharapkan dapat:
1.
Memahami makna Ilmu Kalam, alasan penyebutan nama matakuliah
tersebut, serta kaitannya dengan ilmu-ilmu keislaman lainnya.
2.
Memahami status Ilmu Kalam, perbandingan antara Ilmu
Kalam dan ilmu sejenis (ilmu Tauhid, Ushuluddin, Aqaid). Serta memahami
timbulnya kontroversi Ilmu Kalam di kalangan kaum Muslimin.
3.
Memahami aspek-aspek yang melatarbelakangi timbulnya
pemikiran Kalam, baik aspek politik dan kultural maupun aspek keagamaan.
4.
Memahami persoalan-persoalan pokok dalam ilmu Kalam,
yaitu masalah Ketuhanan (dzat, sifat, perbuatan), serta masalah kedudukan manusia
terhadap Tuhan.
5.
Memahami aliran-aliran Kalam dari aspek asal-usul
timbulnya, tokoh dan ajarannya, serta perkembangan aliran-aliran tersebut.
6.
Memahami munculnya pemikiran Islam kontemporer, bnaik
yang timbul di Dunia Islam secara umum maupun khusus di Indonesia.
D. Strategi Pembelajaran
Dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran dan kompetensi
pembelajaran, penyajian matakuliah ini akan menggunakan strategi pembelajaran
aktif, yaitu melibatkan mahasiswa untuk berpartisipasi sebagai subyek dengan
model komunikasi dua arah yang dinamis. Teknik-teknik yang digunakan akan
disesuaikan dengan tema dan kondisi yang ada, yang pada dasarnya mahasiswa
turut terlibat dalam berabstraksi maupun dalam pembahasan verbal.
Untuk mengukur sejauh mana pembelajaran ini efektif, maka pada
awal tatap muka dilakukan penjajagan sekilas mengenai materi atau tema-tema
yang telah dibahas pada pertemuan sebelumnya, demikian juga pada akhir tiap
pertemuan, dalam bentuk tanya-jawab, tanggapan, atau diskusi.
Untuk mendorong agar mahasiswa memiliki wawasan yang lebih luas
mengenai materi atau tema-tema yang dibahas pada pertemuan berikutnya, dosen
menyerankan mereka untuk membaca dan melakukan diskusi awal mengenai tema-tema
dimaksud. Dengan demikian komunikasi yang dinamis dalam proses pembelajaran
tersebut akan terwujud.
E. Rencana Kegiatan Pembelajaran
|
TM
|
Topik Bahasan
|
Uraian
|
|
I
|
Pengantar:
-
Pengertian
Ilmu Kalam.
-
Kaitan
Ilmu Kalam dengan ilmu-ilmu keislaman lainnya.
|
Objek
pembahasan Ilmu Kalam, Dasar, dan Metode.
|
|
II
|
Status
Ilmu Kalam:
-
Perbandingan
dengan Ilmu-ilmu yang sejenis
-
Kontroversi
Ilmu Kalam di kalangan kaum Muslimin
|
Ilmu-ilmu
yang membahas masalah ketuhanan.
Sekilas
perbandingan antara Ilmu Kalam dan Ilmu Tauhid (ilmu Aqaid, Ilmu Ushuluddin).
Alasan-alasan
Ilmu Kalam diterima dan ditolak
|
|
III
|
Sejarah
timbulnya pemikiran Kalam:
-
Aspek-aspek
politik dan kultural.
-
Aspek-aspek
keagamaan.
|
Sekilas
tentang latar belakang munculnya perbedaan pemikiran mengenai masalah-masalah
yang berkaitan dengan keimanan.
|
|
IV
|
Persoalan-persoalan
Kalam:
-
Masalah
Ketuhanan (dzat, sifat, perbuatan).
-
Masalah
kedudukan manusia terhadap Tuhan.
-
Kebebasan
manusia dan kekuasaan Tuhan.
|
Masalah-masalah
pokok yang menjadi fokus kajian ilmu Kalam.
Dua
masalah utama yang memicu perbedaan pandangan dalam pemikiran kalam:
kekuasaan mutlak Tuhan dan kebebasan manusia (sebagai makhluk berakal).
|
|
V
|
Aliran-aliran
Kalam:
-
Khawarij
(Asal-usul, tokoh, ajaran, dan perkembangannya)
-
Murjiah
(Asal-usul, tokoh, ajaran, dan perkembangannya)
|
Bermula
dari persoalan politik, berkembang ke ranah teologis.
Tiga
tipe pemikiran kalam di masa awal, menyikapi masalah "Bagaimana Status
Orang Muslim Yang Melakukan Perbuatan Dosa Besar". Ada tiga kelompok
utama yang memberi penilaian: Khawarij menilai kafir, Kaum Jumhur
menilai tetap muslim tetap menanggung dosa, dan Kaum Murji'ah menilai tidak
tahu, sebab keimanan dan kekafiran hanya Tuhan yang tahu, jadi terserah Tuhan
menentukan nanti.
|
|
VI
|
-
Jabariyah
(Asal-usul, tokoh, ajaran, dan perkembangannya)
-
Qadariyah
(Asal-usul, tokoh, ajaran, dan perkembangannya)
|
Berkaitan
dengan masalah "Kekuasaan Tuhan dan Kebebasan Manusia" muncul dua
pandangan yang sama-sama ekstrim.
Jabariyah
menyebut: kekuasaan Tuhan tak terbatas sehingga tidak ada peran manusia.
Qadariyah
menyebut: hak ikhtiar manusia membuka peluang kebebasan untuk berbuat.
|
|
VII
|
-
Perbandingan
Jabariyah dan Qadariyah
|
Sebab-sebab
timbulnya ekstremitas kedua golongan ini.
Argumentasi
yang dibangun oleh kedua golongan.
|
|
VIII
|
Ujian
Tengah Semester
|
|
|
IX
|
-
Mu‘tazilah
(Asal-usul, tokoh, ajaran, dan perkembangannya)
|
Golongan
rasional dalam Islam, sebagai kelanjutan dari pandangan Qadariyah
|
|
X
|
-
Asy‘ariyah
(Asal-usul, tokoh, ajaran, dan perkembangannya)
|
Upaya
mengkompromikan dua pandangan yang sama ekstrim, Mu‘tazilah (Qadariyah) dan
Jabariyah.
|
|
XI
|
-
Maturidiyah
(Asal-usul, tokoh, ajaran, dan perkembangannya)
|
Perkembangan
Asy‘ariah dan pengaruh Mu‘tazilah.
|
|
XII
|
-
Syi‘ah
(Asal-usul, tokoh, ajaran, dan perkembangannya)
|
Bermula
dari gerakan politik kaum pendukung Ali bin ABi Thalib dan kalangan Ahlul
Bait, berkembang ke masalah kalam, bahkan fiqih.
|
|
XIII
|
-
Salafiyah
(Asal-usul, tokoh, ajaran, dan perkembangannya)
|
Makna
Salaf (dalam konteks zaman, dan konteks corak pandangan).
Golongan
Salaf bukan golongan Mutakallimin. Mereka menolak pemikiran kalam. Mereka
adalah kaum puritan yang hanya bersandar pada teks-teks agama.
Perekambangannya
di zaman modern.
|
|
XIV
|
Pemikiran
Islam Kontemporer di Dunia Islam
|
Kaitan
pemikiran kontemporer dengan pemikiran klasik.
|
|
XV
|
Pemikiran
Islam di Indonesia
|
Gerakan
dan Pemikiran Islam yang berkembang di Indonesia.
|
|
XVI
|
Ujian
Akhir Semester
|
|
F. Pedoman Evaluasi
Untuk melakukan evaluasi dan penilaian terhadap proses dan hasil
belajar mahasiswa, yang meliputi partisipasi mahasiswa berupa kehadiran dan
keaktifan dalam perkuliahan, nilai ujian tengah semester, nilai penyusunan dan
pelaporan tugas, serta nilai ujian akhir semester. Patokan penilaiannya adalah
sebagai berikut:
-
Ujian
Tengah Semester : 30%
-
Ujian
Akhir Semester : 40%
-
Partisipasi
(kehadiran & keaktifan) : 10%
-
Penyusunan
& pelaporan tugas : 20%
G. Daftar Bacaan
‘Abd al-Jabbar, 1965, Syarh al-Ushûl al-Khamsah, Cairo:
Maktabah Wahbah.
Anwar, Rosihon, 2004, Ilmu Kalam, Bandung: Pustaka Setia.
al-Asy‘ari, Abu al-Hasan, 1955, Kitâb al-Luma‘ fî
al-Radd ‘alâ Ahl al-Zaygh wa al-Bida‘, Edisi Gharabah, Kairo: Mathba‘ah
Mishr.
----------, [tth], Al-Ibânah ‘an Ushûl al-Diyânah,
Heiderabad: [tp].
----------, [tth], Maqâlât al-Islâmiyyîn wa Ikhtilâf
al-Mushallîn, Dua Juz, Edisi Muhy al-Din ‘Abd al-Hamid, [tt]:
[tp].
al-Baghdadi, ‘Abd al-Qahir, 1990, Al-Farq bayn al-Firaq,
Beirut: Al-Maktabah al-‘Ashriyah.
Ibn Hanbal, Ahmad, 1982, Al-Radd ‘alâ
al-Jahmiyyah wa al-Zanâdiqah ma‘a Muqaddimah fî ‘Ilm al-Kalâm wa al-Madzâhib
al-Haddâmah, Edisi ‘Abd al-Rahim al-‘Umayrah, Riyadh: Dar al-Liwa’.
al-Juwayni, ‘Abd al-Malik, 1965, Luma‘ al-Adillah fî Qawâ‘id
Ahl al-Sunnah wa al-Jamâ‘ah, Edisi Mahmud al-Hudhari, [tt]:
al-Dâr al-Mishriyyah li al-Ta’lîf wa al-Tarjamah.
----------, 1985, Kitâb al-Irsyâd ilâ Qawâthi‘ al-Adillah fî
Ushûl al-I‘tiqâd, Edisi As‘ad Tamim, Beirut: Mu’assasah al-Kutub
al-Tsaqafiyyah.
Madjid, Nurcholish [Ed], 2002, Islam Doktrin dan Peradaban,
Jakarta: Paramadina.
Maghfur, Muhammad, 2002, Koreksi Atas Kesalahan Pemikiran
Kalam dan Filsafat Islam, Bangil: Izza.
Mazru‘ah, Mahmud Muhammad, 1991, Târîkh al-Firaq
al-Islâmiyyah, Kairo: Dar al-Manar.
Nasution, Harun, 1996, Teologi Islam: Aliran-aliran, Sejarah,
Analisa Perbandingan, Jakarta: UI-Press.
Shubhi, Ahmad Mahmud, 1969, Fî ‘Ilm al-Kalâm: Dirâsah
Falsafiyyah, juz I, Iskandariah: Dar al-Kutub al-Jami‘iyyah.
----------, 1985, Fî ‘Ilm al-Kalâm: Dirâsah Falsafiyyah,
juz II, Beirut: Dar al-Nahdhah
al-‘Arabiyyah.
al-Syahrastani, ‘Abd al-Karim, 1997, Al-Milal wa al-Nihal,
Edisi Al-‘Aththar, Beirut: Dar al-Fikr.
----------, [tth], Kitâb Nihâyah al-Iqdâm fî ‘Ilm al-Kalâm,
Edisi Alfred Gaillaume, [tt]: [tp].
al-Syuwai‘ir, Muhammad ibn Sa‘d, 2001, Tashhîh Khatha’
Târîkhî Hawla al-Wahhâbiyyah, Riyadh: Idarat al-Buhuts al-‘Ilmiyyah wa
al-Ifta’.
Watt, W. Montgomery, 1985, Islamic Philosophy and Theology,
Edinburg: Edinburg University Press.
|
Komentar
Posting Komentar